banner 728x250
Desa  

Dari Limbah Menjadi Rupiah, Pelepah Pinang Mulai Dilirik di Sungai Rambai

 

Sungai Rambai — Pelepah pinang yang selama ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat Desa Sungai Rambai kini mulai dilirik sebagai sumber pendapatan tambahan. Adanya permintaan dari Rumah Jambe-e membuat pelepah yang sebelumnya kerap dibakar atau dibiarkan begitu saja memiliki nilai jual.

Bagi petani, kondisi ini menjadi peluang baru untuk memanfaatkan bagian tanaman yang selama ini tidak diperhitungkan. Pelepah pinang yang biasanya menjadi sisa setelah proses panen kini dapat dikumpulkan untuk kemudian dijual.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sungai Rambai, Bambang Budijono, menilai peluang tersebut cukup menarik bagi masyarakat. Menurutnya, selama ini petani masih bingung dalam memanfaatkan pelepah pinang yang tersedia di sekitar kebun.

“Selama ini kita bingung pelepah pinang ini mau dibuat apa. Kalau sekarang ada yang mau membeli, ini merupakan kesempatan dan peluang yang jarang-jarang,” kata Bambang Budijono.

Kerja sama petani dengan Rumah Jambe-e diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain berpotensi menambah pendapatan, pemanfaatan pelepah pinang juga dapat mengurangi limbah tanaman yang sebelumnya tidak memiliki kegunaan.

Peluang tersebut menjadi contoh bahwa hasil samping pertanian tidak selalu harus menjadi limbah. Dengan adanya permintaan dan pengolahan yang tepat, pelepah pinang dapatenjadi komoditas yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Sungai Rambai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *